Senin, 01 Juli 2013

permasalahan penduduk dikaitkan dengan penggunaan alat kontrasepsi

TUGAS KELOMPOK
MEODE KONTRASEPSI 
 
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN PENDUDUK DI KAITKAN DENGAN
METODE KONTRASEPSI

KELOMPOK 2
MEILINDA
MARWAH ARFIANA
HENNY.L.TAPAHA
AZHAR TONGKOLORO
SYAHRUL AWALUDDIN


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN KEPENDUDUK DI KAITKAN DENGAN 
METODE KONTRASEPSI

Permasalahan-permasalahan di Indonesia saat ini dari tahun  ke tahun sudah tidak asing lagi. Masalah yang cukup memprihatinkan dari 1971 jumlah penduduk mencapai 119.208.229 jumlah penduduk. Pada tahun 1980 jumlah penduduk mencapai 147.490.298 penduduk, pada tahun 1990 jumlah penduduk mencapai 179.378.446 penduduk. Pada tahun 2000 jumlah penduduk mencapai 206.264.595 penduduk dan pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 237.6411.326 penduduk. Laju pertumbuhan   penduduk Indonesia dari tahun ke tahun mencapai 1,49% peningkatan dari tahun sebelumnya.
Dari peningkatan laju pertumbuhan penduduk Indonesia, semakin meningkat pula kemisikinan di Indonesia. Dari angka kemiskinan tersebut semakin menigkat pulahlah  kelaparan. Dari meningkatnya kemiskinan dan kelaparan maka pengangguran semakin meningkat pula karena tidak terjangkaunya biaya pendidikan. Ketika biaya pendidikan tidak dapat di jangkau, maka banyak anak-anak yang tidak sekolah sehingga menjadi pengangguran dan pendapatanpun tidak ada maka semakin miskinlah masyarakat tersebut. Dari hal tersebut dapat di di simpulkan kemiskinan, kelaparan dan pengangguran merupakan permasalahan yang sangat kompleks yang terjadi di Indonesia saat ini.
Adapun permasalahan-permasalahan kependudukan yang ada di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
1.    Kemisikinan
    Kemiskinan merupakan keadaan dimana masyarakat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan kesehatan. Salah satu penyebab kemiskinan yaitu karena laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Dalam hal ini pertumbuhan penduduk bisa di cegah dengan pelaksanaan progran Keluarga Berencana (KB).

2.    Kelaparan
Kelaparan terjadi disebabkan oleh faktor dari kemiskinan. Semakin meningkatnya kemiskinan, maka kelaparan semakin meningkat pula. Kelaparan terjadi karena ketidakmampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok, yang merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Dari hal ini, perlu mendapat perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan, sehingga tidak terjadi kelaparan.
3.    Pengangguran
Pengangguran disebabkan oleh lebih banyaknya tenaga kerja daripada lapangan pekerjaan. Hal ini di sebabkan karena laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Semakin bertambahnya penduduk, maka tenaga kerja semakin banyak dan lapangan pekerjaan semakin sempit, sehingga pengangguran semakin banyak pula, yang dapat menyebabkan kemiskinan semakin luas karena tidak ada pendapatan masyarakat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup, sehingga terjadilah kelaparan.
Kemiskinan, kelaparan dan pengangguran terjadi di Indonesia, karena angka kelahiran yang semakin meningkat. Masalah-masalah kependudukan yang ada, dapat di atasi dengan menekan angka kelahiran, yaitu dengan cara program keluarga berencana. Upaya ini memerlukan adanya partisipasi dari semua pihak yang terkait, seperti masyarakat, instansi kesehatan, dan pemerintah. Pada zaman Presiden Soeharto, dikeluarkan sebuah program BKKBN yang bertujuan untuk mengurangi polusi di Indonesia, meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat dalam keluarganya dan mengajak pasangan suami/istri untuk merencanakan hanya bisa memiliki dua anak saja, karena dua anak lebih baik. Tapi yang menjadi kendalanya, yaitu kurangnya perhatian pemerintah terhadap program keluarga berencana sehingga ledakan penduduk semakin meningkat.  Pada zaman orde baru pertumbuhan penduduk masih sangat kecil dan seandainya itu di atasi oleh pemerintah dan tetap memperhatikan program KB, maka pertumbuhan penduduk tidak akan terlalu secepat ini. Tapi kenyataan yang ada, pemerintah kurang memperhatikan program tersebut dan mereka lebih memperhatikan pembangunan ekonomi yang lebih bersifat fisik konkret dimana keuntungan bisa dihitung secara langsung. Sedangkan program Keluarga Berencana (KB) di abaikan dengan alasan keterbatasan dana. Selain pemerintah, masyarakatpun harus turut berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana, dengan menggunakan alat kontrasepsi yang bertujuan untuk membatasi angka kelahiran anak mereka. Tetapi mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi tersebut, dengan beberapa alasan yaitu tidak adanya pengetahuan mereka mengenai betapa pentingnya penggunaan alat kontrasepsi tersebut, tidak adanya kemauan untuk menggunakan alat kontrasepsi apakah dengan alasan tidak adanya biaya ataupun dengan alasan ketidaknyamanan pada saat melakukan hubungan seksual bahkan masih ada masyarakat yang beranggapan, bahwa semakin banyak anak, maka semakin banyak pula rejeki. Dan meskipun mereka sudah mengetahui fungsi dari alat kontrasepsi tersebut, tapi alasan yang paling utama yaitu tidak adanya kesadaran masyarakat akan hal itu. Untuk itu, tenaga kesehatan harus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana, agar masalah-masalah kependudukan yang ada dapat teratasi dengan baik dan masyarakat pun bisa hidup makmur.
Program Keluarga Berencana saat ini, merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka kelahiran dan mengatur kehidupan dalam keluarga dengan baik. Karena dengan menurunnya angka kelahiran dan dapat mengatur kehidupan dalam keluarga dengan baik maka akan dicapai keluarga berkualitas dan akan didapat generasi baik pula.


          



Tidak ada komentar:

Posting Komentar